PERGURUAN tinggi minta status disamakan, itu lumrah. Tapi di Sumbar, Ny. Halida, 24, demo dengan bawa pecahan botol ke depan suaminya, minta status disamakan seperti istri tua. Ny. Haidar, 35, sebagai istri perdana tentu saja tak merelakan, tapi malah ditusuk pecahan botol itu sampai kritis.
Yang namanya istri muda, biasanya hanya kuwat di aurat tapi tak lemah di surat. Maksudnya, dia dinikahi suami sekedar untuk memanjakan syahwat. Tapi soal dokumen pernikahan, banyak tak memiliki lantaran tak didaftarkan ke KUA alias hanya nikah siri. Padahal nikah siri itu tak ubahnya SIM sementara untuk sebuah kendaraan. Sudah bisa “dinaiki” dan takkan disemprit polisi, tapi tak boleh dibawa jauh-jauh.
Adalah Safrizal, 40, karyawan toko martabak di di Jalan M Yamin Kelurahan Belakangtangsi, kota Padang. Meski gajinya tak seberapa besar, tapi dengan pede-nya dia memelihara dua istri sekaligus. Haidar dinikahinya 10 tahun lalu dan dari hasil kerjasama nirlaba itu telah lahir beberapa anak. Meski penghasilan hanya pas-pasan, sangatlah bahagia pasangan itu.
Tapi seperti lazimnya lelaki di mana saja, suka bosan dengan obyek yang itu-itu saja. Safrizal demikian juga. Mengarungi kehidupan rumahtangga dengan isri yang itu-itu saja, rupanya dia terjebak pada rasa jenuh. Apa lagi semenjak beberapa anak lahir, Haidar tak lagi mau mengurus tubuhnya. Pantat turun, payudara juga turun, tapi Haidar tak mencoba bersolek diri bagaiamana agar bisa pulih kembali.
“Memangnya mobil, kalau turun bisa dinaikkan pakai dongkrak,” tangkis Haidar manakala dikritik suami.
Di kala Safrizal dilanda kejenuhan rumahtangga, hadirlah gadis Halida yang cantik dan menggemaskan. Dia awalnya hanya pelanggan toko kue martabak itu. Tapi karena pegawai toko martabak itu ahli merayu, akhirnya “martabak” Halida kena juga oleh Safrizal. Dan kala itu, lantaran sudah kadung demen, meski hanya dinikah siri tanpa lewat KUA, Halida mau saja. Yang penting dapat jaminan sama selaku istri.
Awalnya Safrizal bisa mematuhi konsensus tersebut. Tapi setelah sekian lama jadi suami istri, lama-lama pegawai toko martabak ini kembali ke penyakit lama, bosan pada istri keduanya. Sehingga ibaratnya motor, sudah jarang dikendarai, paling main klakson saja, tet tot tet tot….. Paling parah, uang bulanan yang biasanya diterima setiap bulan, kini juga jarang-jarang diterima. Kasihan sungguh Halida kini, tak ada bonggol tiada pula bonggol.
Merasa haknya sebagai istri sudah tak diperhatikan, beberapa hari lalu dia nekad mendatangi tempat kerja Safrizal. Kebetulan pula di sana pas ada Haidar istri tua. Halida pun protes di depan khalayak, minta statusnya disamakan, macam perguruan tinggi saja. Di samping jaminan hidup diberikan secara ajeg, dia juga minta dikawin resmi di depan KUA. “Jadi kalau uda (kakak) ndak ada (mati), nasib aku dan anakku jelas,” tuntut Halida.
Tapi Safrizal tak bisa memberi reaksi cepat, malah bingung macam pemerintah menghadapi dilemma kenaikan harga BBM. Haidar pun ambil alih persoalan, tapi malah dilawan oleh Halida. Ributlah mereka. Saking kalapnya sang istri muda, wanita itu lalu memecahkan botol bir, lalu dipakai senjata melawan Haidar.
Sekali sambar, leher istri tua terluka oleh pecahan botol. Kini dia dilarikan ke RSUP M Jamil, sedangkan Halida warga Banuaran, Lubukbegalung itu ditangkap. “Saya tak bermaksud membunuh maduku, hanya emosi sesaat,” katanya.
Meski sesaat. Jika sial nyawa bisa lewat. (Poskotanews.com)
Business
Technology
KRIMINALITAS
ANTI KORUPTOR
Sports
POROS KALTENG
BarutDay's Admin
We are.., This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
ADVENTORIAL
Popular
Top News
-
MUARATEWEH -Setelah gagal menuju pertarungan dalam kontestasi pilkada barito utara 2013, dan dilanjutkan dengan dipatahkannya gugatan oleh P...
-
Buntok - Bupati Kabupaten Barito Selatan (Barsel), Kalimantan Tengah (Kalteng), H Baharudin Lisa akhirnya ikut juga jejak sejumlah kepala d...
-
Poto : inilah.com Jakarta - Perseteruan antara Julia Perez (Jupe) dengan Dewi Perssik mulai terasa dampaknya bagi produksi film yang keduan...
-
JR Saragih ( Poto:arsipberita.com) Jakarta - Bila sengketa Pilkada Kobar tengah dalam proses sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, tak...
-
MUARA TEWEH - Spektakuler!. Penampilan grup band Noah di stadion Swakarya Muara Teweh, Sabtu (9/4) malam, benar-benar memukau. Tak kurang 2...
Pilihan
-
ENAK jadi polisi, keluar tengah malam pun istri takkan mencurigai. Dan Bripda Ciptadi, 51, berhasil memanfaatkan situasi ini dengan aman. P...
-
MUARATEWEH, Tujuh pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Barito Utara, Kalimantan masing-masing dari kiri nomor urut 7 pasangan...
-
KASIHAN sungguh nasib Bu Guru Rustati, 37. Dia jadi guru statusnya masih honores alias masa percobaan. Tapi gara-gara cukup melek, akhirnya...
-
MUARA TEWEH, Pelaksanaan Pemilihan umum Kepala Daerah (Pemilu Kada) Kabupaten Barito Utara (Barut) sudah memasuki Tahapan penetapan jadwal ...
-
Jakarta - Penyakit jantung koroner ternyata tidak selalu mematikan. Penyakit itu masih bisa disembuhkan meski tanpa melalui proses operasi....
Labels
breakingnews
feature
dailynews
headlinenews
Beritapilihan
Headline
Pilkada
Pilkadabarut
pilihanredaksi
Barito
baritotoday
Koruptor
POLITIK
korupsi
HUKUM
Pemilu
Politikal
Muara Teweh
KRIMINAL
Sport
Analysis
HukumKorupsi
muarateweh
pestademokrasi
MARDEDI
Jeda
football
Bisnis
Dunia
Entertaint
Opini
PENDIDIKAN
PILBUPATIWALIKOTA
Pressrealise
political
porosnusantara
BeritaDunia
kalteng
poroskalteng
Jakarta
PILGUBERNUR
Sports
Teknologi
palangkaraya
porosnasional
sorottajuk
Entertainment
KESEHATAN
LINGKUNGAN
OlahRaga
gayahidup
porosglobal
selebritis
timurtengah
KALTIM
MUSIK
Nusantara
SEPAKBOLA
badminton
bintangtokoh
knpi
racing
Basketball
Film
Jawa
KALSEL
PILPRESIDEN
Pileg
Renang
Tennis
Video
WISATA
aksimassa
bintang
breakingnews. africa
buntok
penerbangan
porosborneo
sampit
wisatabudaya







Tidak ada komentar: